CUITAN PEMUDA


A. PENGERTIAN PEMUDA




Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung. Pemuda juga merupakan suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam harapan, karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan perjuangan dan mengisi, serta melangsungkan estafet pembangunan secara terus-menerus. 


Princeton mendefinisikan kata pemuda (youth) dalam kamus Webstersnya sebagai “the time of life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person”.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemuda adalah sebuah kehidupan yang berdiri direntang masa kanak-kanak dan masa dewasa, dimasa inilah seorang pemuda bersifat labil, kontrol emosi dan kestabilan pendirian masih bisa dipengaruh oleh pihak luar. Seorang pemuda mempunyai ciri yang khas yang menggambarkan seperti apa ia terlihat yang menunjukkan kepribadiannya.


Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut :


Masa bayi                    : 0 – 1 tahun
Masa anak                   : 1 – 12 tahun
Masa Puber                 : 12 – 15 tahun
Masa Pemuda              : 15 – 21 tahun
Masa dewasa               : 21 tahun keatas

Dilihat dari segi budaya atau fungsionalya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagia berikut :

Golongan anak            : 0 – 12 tahun
Golongan remaja         : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa       : 18 (21) tahun keatas

Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu. Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 katagori yaitu :
  1. siswa, usia antara 6 – 18 tahun, masih duduk di bangku sekolah
  2. Mahasiswa usia antara 18 – 25 tahun beradi di perguruan tinggi dan akademi
  3. Pemuda di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15 – 30 tahun keatas.

Pemuda tidak dapat berdiri sendiri, tentu hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yang dianut masyarakat. Sebagai mahluk individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang maha Esa.

B. PERANAN PEMUDA SEBAGAI MAHASISWA DAN MASYARAKAT

Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran, fungsi, dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut. 

1. Agent Of Change (Generasi Perubahan)

Mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan. Artinya jika ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu salah, mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan harapan sesungguhnya. Dengan harapan bahwa suatu hari mahasiswa dapat menggunakan disiplin ilmunya dalam membantu pembangunan Indonesia untuk menjadi lebih baik kedepannya.

Mahasiswa adalah salah satu harapan suatu bangsa agar bisa berubah ke arah yang lebih baik. hal ini dikarenakan mahasiswa dianggap memiliki intelektual yang cukup bagus dan cara berpikir yang lebih matang, sehingga diharapkan mereka dapat menjadi jembatan antara rakyat dengan pemerintah.
2. Social Control (Generasi Pengontrol)

Sebagai generasi pengontorol seorang mahasiswa diharapkan mampu mengendalikan keadaan sosial yang ada di lingkungan sekitar. Jadi, selain pintar dalam bidang akademis, mahasiswa juga harus pintar dalam bersosialisasi dan memiliki kepekaan dengan lingkungan. Mahasiswa diupayakan agar mampu mengkritik, memberi saran dan memberi solusi jika keadaan sosial bangsa sudah tidak sesuai dengan cita-cita dan tujuan bangsa, memiliki kepekaan, kepedulian, dan kontribusi nyata terhadap masyarakat sekitar tentang kondisi yang teraktual. Asumsi yang kita harapkan dengan perubahan kondisi sosial masyarakat tentu akan berimbas pada perubahan bangsa.


3. Iron Stock (Generasi Penerus)

Sebagai tulang punggung bangsa di masa depan, mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya di pemerintahan kelak. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan bangsa Indonesia. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.


4. Moral Force (Gerakan Moral)

Mahasiswa sebagai penjaga stabilitas lingkungan masyarakat, diwajibkan untuk menjaga moral-moral yang ada. Bila di lingkungan sekitar terjadi hal-hal yang menyimpang dari norma yang ada, maka mahasiswa dituntut untuk merubah dan meluruskan kembali sesuai dengan apa yang diharapkan. Mahasiswa sendiripun harus punya moral yang baik agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat dan juga harus bisa merubah ke arah yang lebih baik jika moral bangsa sudah sangat buruk, baik melalui kritik secara diplomatis ataupun aksi.



C. PENGERTIAN POKOK PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA

Masa depan adalah lanjutan masa sekarang, dan masa sekarang adalah hasil dari masa lampau. Pembinaan dan pengembangan generasi muda haruslah menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa yang akan datang. Apabila pemuda masa sekarang terpisah dari persoalan masyarakatnya, maka sulit terwujudnya pemimpin di masa yang akan datang.

Pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, diantaranya :

1. Generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan, adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan keterlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya, guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa

2. Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan, adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkatan yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional


D. POLA DASAR PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA

Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.

Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
A. Landasan idil (Pancasila)
B. Landasan Konstitusional (UUD 1945)
C. Landasan Strategi (Garis-garis besar haluan negara)
D. Landasan Histories (Sumpah Pemuda dan Proklamasi)
E. Landasan Normatif (Tata Nilai diTengah Masyarakat)


E. POTENSI - POTENSI GENERASI MUDA

Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :

Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru. yang

Dinamika dan Kreativitas
Adanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan,

Keberanian Mengambil Resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan.

Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.

Sikap Kemandirian dan Disiplin
Murni Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya.

Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kualitatif maupun dalam arti kuantitatif.

Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif.

Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI.

Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator.


F. CARA MENGEMBANGKAN POTENSI - POTENSI GENERASI MUDA

  • Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di  masyarakat
  • Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya
  • Pengendalialn funsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat
  • Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaanpokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya pada masyarakat umum.


G. MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI GENERASI MUDA

1. Masih banyak yang melakukan perkawinan dibawah umur



2. Mengikuti pergaulan yang salah arah



4. Kurangnya lapangan pekerjaan



5. Kurangnya percaya diri



6. Terlalu lama diam dirumah bermain gadget dan jarang bersosialisasi



Jadi, kesimpulan yang dapat diambil adalah, pemuda merupakan suatu identitas sebagai penerus perjuangan bangsa dan sumber insan bagi pembangunan Negara, bangsa, dan agama. Siapa lagi kalau bukan generasi selanjutnya, maka dari itu para pemuda harus mempunyai ilmu yang tinggi, belajar dengan sungguh sungguh, dengan begitu bangsa ini akan maju dan sentosa.


Daftar Pustaka
  • https://celoteh-galang.blogspot.com/2012/10/pemuda-sosialisasi-identitas-perguruan.html
  • https://aushuria.wordpress.com/2011/11/26/pemuda-dan-sosialisasi/
  • https://www.scribd.com/doc/179566996/Pemuda-Dan-Sosialisasi
  • https://isramrasal.wordpress.com/2009/10/30/pemuda-dan-sosialisasi/
  • http://pandukawula.blogspot.com/2011/10/pemuda-dan-sosialisasi.html
  • http://fajarhariawan.blogspot.com/2016/11/6-jelaskan-pola-dasar-pembinaan-dan.html
  • http://ekal270995.blogspot.com/2014/11/mengembangkan-potensi-generasi-muda.html


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Definisi Intelligent Agents, Konsep, dan Contoh PEAS(Performance measure, Environment, Actuators, Sensors) dalam kehidupan sehari-hari

Tugas 3.2 Pengantar Animasi & Desain Grafis

10.1 Pengantar Animasi & Desain Grafis